Kamis, 21 Mei 2020
AKSI SOSIAL UNKRISWINA SUMBA
KAMPUS UNKRISWINA SUMBA BERSAMA RELAWAN
KEMANUSIAN COVID-19 DI KABUPATEN SUMBA TIMUR, GELAR AKSI SOSIAL “Pembagian
5.500 Masker Gratis dan Sabun Cuci Tangan Gratis”
Waingapu, 23 s.d. 25 April 2020
Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina
Sumba), salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Kota Waingapu Kabupaten
Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Para Relawan Kemanusian
Percepatan Pencegahan & Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur menggelar
Aksi Sosial dengan membagikan sekitar 5.500 lembar masker dan sabun cuci tangan
yang dibagikan secara gratis selama 3 (tiga) hari kedepan (23 s.d. 25 April
2020) dengan sasaran penerimanya adalah warga kampus dan masyarakat sekitar
yang akan dibagi secara selektif oleh tim.
Pembagian masker dan sabun cuci tangan adalah
merupakan salah satu bentuk donasi Kampus dalam mendukung upaya Relawan
Kemanusian yang sudah melakukan beberapa aksi di beberapa tempat yang lalu.
Masker yang dibagikan adalah merupakan produk penjahit lokal Kota Waingapu yang
dibeli oleh pihak kampus untuk dibagikan secara gratis secara selektif. Salah
satu nilai yang sangat strategis dalam aksi tersebut bahwa kampus tidak saja
mau melakukan aksi sosial dengan membagi masker dan sabun cuci tangan secara gratis
kepada yang membutuhkan tetapi dengan cara melibatkan penjahit lokal dalam
mengadakan masker yang dibutuhkan maka secara tidak langsung kampus juga telah
turut memberikan stimulant pendapatan kepada para penjahit lokal saat ini,
khususnya dalam menghadapi situasi ekonomi masyarakat yang terganggu dengan
adanya wabah Covid-19.
Pembantu Rektor 3 Unkriswina Sumba, Umbu Ho
Ara,S.E.,M.Si dalam arahan teknis menjelang aksi dilakukan menjelaskan, bahwa
kegiatan aksi yang turut disponsori oleh Kampus Unkriswina Sumba merupakan
serangkaian aksi yang merupakan salah satu bentuk kemasan acara Perayaan Hari
Raya Paskah Kampus Tahun 2020. Maka
dalam momentum pergumulan bersama kita saat ini yaitu terkait Covid-19 maka
Panitia Paskah Kampus Tahun 2020 menggandeng Para Relawan Lokal dalam
menjalankan aksi tersebut. Adapun Para Relawan yang dilibatkan adalah merupakan
Relawan Kemanusiaan yang terbentuk secara swadaya oleh beberapa Lembaga Kristen
yang ada di Kota Waingapu meliputi LSM CD Bethesda Sumba Timur, Gerakan Mahasiswa
Kristen Indonesia Cabang Waingapu (GMKI Waingapu), Lembaga Kemahasiswaan
Unkriswina Sumba, Ikatan Alumni Wira Wacana Sumba (Ikawina Sumba) dan Pemuda
GKS Jemaat Payeti. Beberapa arahan teknis yang ditekankan adalah terkait
protocol yang telah dikeluarkan oleh pemerintah agar dalam menjalankan aksi
sosial tersebut seluruh tim dihimbau agar tetap tertib dan patuh mengikuti
protocol seperti jaga jarak dan menggunakan masker saat menggelar aksi. Tim
aksi juga dihimbau agar senantiasa menjaga Kesehatan diri dan diri orang lain
sehingga jangan sampai kerinduan kita meringankan beban masyarakat melalui aksi
sosial yang kita lakukan jangan justru malah membawa kerugian bagi diri sendiri
dan orang lain.
Aksi Sosial tersebut dibuka dengan resmi oleh Rektor
Unkriswina Sumba, Pdt. Norlina Rambu Kalunga,M.Si.Teol. yang turut dihadiri
langsung oleh pimpinan beberapa Lembaga yang tergabung dalam relawan
kemanusian. Dalam arahannya Rektor Unkriswina Sumba menegaskan bahwa sudah
sekitar Rp 80.000.000,- yang akan dialokasikan oleh pihak kampus untuk
mengekspresikan diri sebagai wujud keikutsertaan pihak kampus yang merupakan
bagian dari masyarakat dalam memberikan dukungan konkrit kepada pihak
pemerintah setempat terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah. Tentunya
apa yang dialokasikan bukanlah mau menunjukkan bahwa kampus memiliki kelebihan
dana sehingga dapat terlibat melakukan aksi sosial bersama para relawan, tetapi
sejatinya apa yang dilakukan oleh pihak kampus adalah perwujudan penerapan Tri
Dharma Perguruan Tinggi di daerah ini. Apa yang akan kita lakukan hari ini
selama tiga hari kedepan adalah merupakan wujud kesadaran almamater sebagai
mitra pemerintah. Kampus dan para relawan adalah merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari masyarakat di daerah ini, sehingga kitapun wajib merasa
terpanggil untuk turut serta memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 bersama
pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Sebagai Rektor Unkriswina Sumba, kami
sangat mengapresiasi langkah konkrit yang telah dilakukan oleh para relawan
selama ini, dimana di dalamnya terdapat warga kampus (mahasiswa) bahkan alumni
kampus yang hadir secara kelembagaan maupun secara personal, kami turut bangga
sebagai bagian dari almamater tercinta. Kita akan bersama-sama melakukan aksi
sosial ini pada hari pertama dengan sasaran lokasi awal kita adalah warga
kampus, masyarakat penjual di Pasar Inpres Matawai, Para Penjual di sekitaran
Pasar Prailiu dan beberapa warga di Kalu dan sekitar lokasi kampus. Acara
pembukaan Aksi Sosial diakhiri dengan doa bersama dan selanjutnya secara
selektif dan teratur, tim aksi dari pihak kampus bersama para relawan
kemanusian menuju lokasi sasaran aksi sosial.
Lokasi pertama aksi sosial yang digelar adalah
di Lokasi Pasar Inpres Matawai. Selain pembagian masker gratis dan sabun cuci
tangan gratis, aksi tersebut juga turut diwarnai dengan seruan himbauan edukasi
yang dilakukan oleh para relawan yang langsung bertindak selaku orator adalah
coordinator CD Bethesda Sumba Timur. Beberapa scenario pembagian yang dilakukan
oleh tim adalah dengan cara membagi masker dan sabun cuci tangan sambil
memberikan himbauan edukasi akan pentingnya penggunaan masker bagi masyarakat
pengunjung pasar pada umumnya dan para penjual pada khususnya. Beberapa ibu
penjual di pasar sejatinya sudah ada yang menggunakan masker, tapi dalam
pantauan tim aksi di lapangan masih sangat dominan para pengunjung yang tidak
menggunakan masker. Secara langsung Rektor Unkriswina Sumba bersama Co. CD
Bethesda, Ketua GMKI, Ketua Ikawina Sumba, Presiden Mahasiswa dan Pemuda GKS
Payeti turut serta mendampingi tim aksi untuk melakukan himbauan edukasi,
sehingga sangat diharapkan agar masker yang dibagikan benar-benar akan
dimanfaatkan oleh para penjual. Para penjual dihimbau secara personal agar mau
menggunakan masker yang dimiliki, baik yang sudah ada maupun yang dibagikan
oleh tim aksi, bahwa selain untuk menjaga diri dan diri orang lain, penggunaan
masker oleh para penjual sejatinya juga akan turut menarik minat para pembeli,
sehingga para pembeli tidak enggan untuk menemui para penjual saat berjualan.
Terlihat bahwa masyarakat pengunjung Pasar Inpres Matawai sangat antusias untuk
mendapat masker dan sabun gratis, dan sebagai salah satu langkah antisipasi
sekaligus edukasi maka saat masker diberikan maka tim aksi langsung menghimbau
untuk masker tersebut langsung dikenakan oleh penerima, dan hal ini disambut
baik oleh masyarakat penerima karena masker yang dibagikan tersebut sudah dalam
kondisi siap pakai.
Fenomena yang sama juga ditemui di lokasi Pasar
Prailiu, bahwa para penjual pada umumnya masih belum menggunakan masker,
walaupun ditemukan terdapat beberapa yang sudah menggunakan masker. Dalam
kesempatan membagikan masker, tim aksi sempat berbincang-bincang dengan
beberapa penerima, bahwa sejatinya sudah ada pihak lainpun yang melakukan aksi
pembagian masker, namun mencermati kenyataan bahwa masih dominan para
pengunjung pasar belum menggunakan masker maka tim aksi berkesimpulan agar
scenario pembagian yang akan digelar pada hari kedua dan ketiga tetap
menggunakan pendekatan yang sama yaitu sambil membagi masker maka tim aksi
wajib memberikan himbauan edukasi akan pentingnya penggunaan masker bagi
masyarakat saat ini. Sebagai tim aksi, kami berharap agar masker yang dibagi
tidak saja diterima untuk disimpan tetapi benar-benar akan digunakan oleh
setiap masyarakat penerima (tidak mubasir) sehingga setiap jerih lelah para
pihak yang turut serta mendukung dan terlibat dalam upaya aksi sosial tersebut
akan berdampak positif dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di
daerah tercinta. Dilain pihak, bahwa aksi sosial yang dilakukan tentunya masih
sangat syarat dengan keterbatasan, sehingga sebagai relawan kami sangat
berharap apa yang telah dilakukan oleh pihak kampus bersama relawan (dan mungkin
pula sudah dilakukan oleh pihak lainnya) akan menumbuhkan rasa keterpanggilan
yang sama dari banyak pihak sehingga pada masa yang akan datang akan banyak
wujud aksi sosial yang dilakukan oleh setiap individu, komunitas dan Lembaga
untuk melakukan aksi yang mungkin dalam kemasan yang berbeda tetapi yang
dilakukan secara lebih maksimal. Semoga.
Penulis
: Rinhard Herman Radjah,S.E.
Ketua
Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Wira Wacana Sumba (Ikawina Sumba).
Langganan:
Postingan (Atom)
